Sabtu, 31 Oktober 2015

Dzunub Khalwat
______________________________

Saudaraku seislam & seiman,,,
Berhati-hatilah kita dari dzunub khalwat, yaitu dosa yang dilakukan di saat sendirian ketika tidak ada yang melihat kita selain Alloh subhanahu wata’ala.
Mungkin kita semua bisa untuk beribadah atau tidak melakukan dosa di hadapan orang, namun apakah kita bisa menjaga diri kita dari dosa tatkala kita sedang sendirian???

Dosa yang kita  lakukan di saat sendiri telah mematikan nurani dan tak sadar telah menyuburkan nestapa. Maka malulah kita kepada Alloh ta’ala, karena Ia Maha Melihat & Maha Mengetahui yang nampak dan tersembuyi.

Perhatikanlah untaian kata dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berikut:

إِذا حسّنْتَ السَّرائِر, أصلح اللهُ الظَّواهر

”ketika engkau memperbaiki amalan-amalan sirr mu (tersembunyi), maka disaat itulah Alloh akan memperbaiki amalan-amalan dzohirmu”.

Oleh karena itu, marilah semua introspeksi diri masing-masing dan jangan sampai dzunub khalwat ini mencampakkan kita ke dalam api neraka, wal ‘iyadzu billah……..
Semoga bermanfaat, wallohu a’lam………

Jumat, 30 Oktober 2015

JANGAN PERNAH PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH...!!!

 Betapa banyak orang yang berdosa bukan malah bertaubat, namun semakin asyik dalam menikmati kemaksiatannya tersebut. Sebenarnya mereka ingin bertaubat, namun mereka bilang ‘dosaku sudah terlalu banyak, mana mungkin Allah mau menerima taubatku’.
Ketahuilah saudaraku, kasih sayang Alloh itu jauh lebih besar ketimbang kemurkaan-Nya, sebagaimana disebutkan sebuah hadits :

إن رحمتي غلبت على غضبي

“Alloh berkata: ((sesungguhnya kasih sayang-Ku telah mengalahkan kemurkaan-Ku))”. (HR. Bukhari)
Dan bagaimanapun besar dosamu, selama engkau bertekad untuk taubat dan jujur dalam taubatmu, niscaya Alloh akan menerima taubatmu, karena Allah Maha Pengampun segala dosa.
Ingatlah ayat berikut;

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Wallohu a’lam…
------------------------------

KENAPA DENGAN MEMAKAI SANDAL SEBELAH???????


Mungkin kita semua pernah mengenakan sandal hanya sebelah saja dikarenakan yang sebelahnya lagi putus atau mungkin hilang. Akan tetapi ketahuilah wahai saudaraku yang beriman, ternyata hal tersebut telah dilarang oleh Rasululloh  shallallohu ‘alaihi wasallam dalam banyak haditsnya, di antaranya ialah:

Dalam riwayat Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لَا يَمْشِ أَحَدُكُمْ فِي نَعْلٍ وَاحِدَةٍ, لِيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا

“Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan hanya memakai satu sandal. Pakailah keduanya (sepasang) atau jangan dipakai sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 5408 dan Muslim no. 2097)

Jadi solusi ketika sandal kita hilang ataupun putus sebelah, ialah tidak menggunakannya kecuali setelah diperbaiki yang putus atau menemukan pasangannya yang hilang.

Semoga bermanfaat wallohu a’lam……………..

Kamis, 29 Oktober 2015

TIDAK MEMINTA-MINTA
==========================
Kaum muslimin yang dirahmati Alloh,,,,,

👉 Lihatlah jaminan Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bagi orang yang menjaga dirinya dari meminta-minta. Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ وَكَانَ ثَوْبَانُ مَوْلَى رَسُولِ الله -صلى الله عليه وسلم- قَالَ قَالَ رَسُولُ الله -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ تَكَفَّلَ لِى أَنْ لاَ يَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا وَأَتَكَفَّلَ لَهُ بِالْجَنَّةِ ». فَقَالَ ثَوْبَانُ أَنَا. فَكَانَ لاَ يَسْأَلُ أَحَدًا شَيْئًا

“Dari Tsauban –dan beliau adalah maula dari Rosululloh -shalallohu ‘alaihi wa sallam—yang berkata: Rosululloh -shalallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Siapakah menjamin kepadaku untuk tidak meminta pada manusia sedikitpun, dan aku menjamin untuknya dengan Jannah?” Maka Tsauban berkata,”Saya”. Dan Tsauban tak pernah meminta kepada seorangpun sesuatu apapun.” (HSR Abu Dawud/5/hal. 195 dan dishohihkan oleh Imam Al Wadi’y -rahimahulloh-).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rohimahulloh- berkata: “Hadits-hadits telah mutawatir bahwasanya Nabi –shollallohu ‘alaihi wasallam- mengharomkan minta-minta pada manusia kecuali di saat darurat.” (“Majmu’ul Fatawa”/8/hal. 316).

Semoga bermanfaat, wallohu a’lam………


Belajar khot .....

Tips Menjadi Hamba Yang Bersyukur

Wahai saudara pembaca yang berbahagia…..

Jika menurutmu, engkau memiliki banyak kekurangan, baik itu dari segi fisik, ekonomi, daya pikir dan lain sebagainya, maka jangan pernah sesali hal tersebut. Justru kamu harus tetap bersyukur kepada Dzat yang telah menciptakanmu yaitu Alloh. Mengapa?? Karena masih banyak orang yang lebih buruk keadannya darimu.

· Perhatikanlah sabda Rasululloh shallohu alaihi wasallam berikut yang mengajarkan kita tips untuk menjadi hamba yang bersyukur :

اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ

“Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga bermanfaat, wallohu a’lam…………….

HIKMAH DI BALIK PENYAKIT



Anda lagi sakit? Semoga sakit anda menghapus dosa-dosa anda baik yang anda sadari maupun tidak.
Dalam hadits :
لاَ تَسُبِّي الْحُمَّى فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَم كَمَا يُذْهِبُ الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ
"Janganlah engkau mencaci demam, karena demam bisa menghilangkan dosa-dosa bani Adam sebagaimana alat pandai besi menghilangkan kotoran besi" (HR Muslim no 2575)
Faedah :

1) Demam tdk hanya menghilangkan satu dosa, tapi dosa-dosa,
2) jika demam -yang merupakan penyakit sepele- menghilangkan dosa-dosa, maka bagaimana lagi yg lebih dari itu?
3) Kita tdk berharap sakit, akan tetapi jika Allah mentaqdirkan sakit maka hendaknya kita bersabar dan rido dengan keputusan Rob kita yang memberikan terbaik bagi kita,
4) dosa ibarat kotoran, semakin banyak kita maksiat maka semakin kotor jiwa kita,
5) ada kotoran yang kita sadari dan yang tidak kita sadari serta dosa yang telah kita lupakan,
6) terkadang kotoran tersebut langsung hilang dgn istighfar, terkadang harus dgn penyakit dan musibah, mungkin istighfar kita kurang bermutu, atau untuk menghilangkan kotoran yg tdk kita sadari atau kita lupakan,
7) Penyakit yang mendatangkan pahala adlh jika si sakit bersabar menghadapinya,
8) ingatlah masih banyak orang yang sakitnya lebih parah dari sakit anda.

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.