Sabtu, 19 Maret 2016

Senyum



التبسم
SENYUMLAH...!!!



Seuntai hikmah: (( jika kamu ingin orang lain tersenyum kepadamu, maka tersenyumlah kepadanya terlebih dahulu)).

Ingatlah wahai saudaraku, senyummu di hadapan saudaramu itu bernilai sedekah. Jika tidak mampu berinfaq banyak dengan uang, maka setidaknya jangan pelit untuk menebarkan senyum.

Saya pernah pergi kajian bersama salah seorang temanku yang ia terkenal saleh. Ketika itu saya mengenakan baju koko, sedangkan ia mengenakan jubah berkilau berwarna hitam. Karena jarak yang lumayan jauh, mau tidak mau kami harus naik angkot menuju tempat kajian tersebut, dan -qoddarallah- ketika itu kami tidak mendapati kursi yang kosong sehingga mengharuskan kami untuk berdiri sampai ke tempat tujuan.

Tiba-tiba saja pak sopir menghentikan angkotnya, ternyata ada penumpang yang ingin naik. Penumpang tersebut naik lewat pintu belakang yang dekat dengan kami dan ia berdiri tepat di belakang kami. Ketika saya membalikkan wajah, saya liat wajah yang begitu menyeramkan, rambut gondrong, kumis tebal, otot kekar, tato ada dimana-mana dan rantai memenuhi celana di pinggangnya, langsung saja saya memalingkan pandangan darinya.

Apa orang seperti ini bisa tersenyum? Pikirku di dalam hati. Namun apa gerangan yang terjadi, manakala kawanku yang saleh ini menghadapkan wajahnya yang polos tersebut ke wajah preman yang begitu menyeramkan, lantas ia tersenyum dengan wajah yang berseri-seri, maka seketika preman tersebut menganggukkan kepalanya sebagai rasa hormat dan membalas senyumannya dengan begitu meriah. Siapa sangka ia dengan penampilan yg begitu menyeramkan tersebut bisa tersenyum?

Subhanallah, liatlah bagaimana satu senyuman bisa melunakkan hati seseorang. Jadi, tunggu apalagi kawan, tebarkanlah senyum semampumu....

Semoga bermanfaat.


By: Ilman Hady

Jumat, 18 Maret 2016

GIBAH




فاكهة المجالس ( الغيبة)
Jauhi GHIBAH...!!!



Ghibah............. atau dalam bahasa kita disebut menggunjing.

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah  bersabda menjelaskan definisi ghibah kepada para sahabatnya, bahwasanya  ghibah ialah Memperbincangkan tentang saudaramu dengan apa yang ia benci.”   Seperti misalnya membicarakan aibnya.

Para ulama’ mengatakan bahwa ghibah merupakan dosa besar, namun sangat disayangkan, hampir seluruh kaum muslimin pernah mengidap penyakit yang satu ini.

Maka sudahkah kita merenungkan aib-aib yang kita miliki? Pernahkah kita menghitung dosa-dosa yang pernah kita kerjakan? Apakah kita mau jika aib yang kita miliki disebarluaskan? Jika tidak mau, lantas mengapa kita masih menggunjingi orang lain?

Pertanyaan-pertanyaan di atas hendaknya kita simpan baik-baik dalam memory kita guna mengintrospeksi diri sendiri.

Jika kita mengetahui aib saudara kita, maka berusahalah sebisa mungkin untuk menutupinya, sebagaimana kita juga ingin aib kita ditutupi.
Ingatlah janji Allah berikut:
وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat kelak...” (HR. Muslim)

Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.....
By: Ilman Hady

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.