Senin, 07 Desember 2015

Rehat,,,, bagi yang ingin senyum.... :D

Bejo murid SD

1⃣Komunikasi

Guru: "Bejo! Di mana letak Jantung?"
Bejo: "Gak tau, Pak."
Guru: "Bodoh! Keluar!"
*keluar sebentar dan masuk lg*
Bejo: "Pak, di luar juga gak ada Jantung."
Guru: ๐Ÿ˜ 

2⃣Ngerjain PR
Guru: "Kenapa telat?"
Bejo: "Saya dicopet, Bu"
Guru: "Terus kamu ga apa-apa?"
Bejo: "Ga apa-apa, Bu."
Guru: "Apa yang hilang?"
Bejo: "Buku PR, Bu."
Guru: ๐Ÿ˜ฉ

3⃣Lupa Pelajaran
Guru: "Siapa yang ingat pelajaran minggu lalu?"
*hening*
Guru: "Bejo? Kamu ingat?"
Bejo: "Sudahlah, Bu! Yang lalu, biarlah berlalu."
Guru: ๐Ÿ˜ณ

4⃣Nyontek
Guru: "Bejo, jangan nyontek!"
Bejo: "Gak, Pak."
Guru: "Terus ngapain nengok-nengok ke Erby?"
Bejo: "Ini soal-soalnya kayaknya sama, Pak. Jadi, saya cuma mencocokkan jawaban!"
Guru: ๐Ÿ˜ก

5⃣Curang
Guru: "Oke, siapa yang bisa jawab, boleh pulang."
*Bejo lempar tas ke jendela*
Guru: "Siapa yang lempar tadi?"
Bejo: "Saya, bu! Horee bisa pulang!"
Guru: ๐Ÿ˜ฐ

6⃣Merokok
Ergy: "Jo, lu kok ngerokok mulu?"
Bejo: "Emang kenapa?"
Ergy: "Gak takut mati apa?"
Bejo: "Tenang, gw bawa korek! Klo mati, gw nyalain lagi!"
Ergy: ๐Ÿ˜

7⃣Ajaran Ortu
Guru: Bejo, setelah 7 berapa?"
Bejo: "8, 9, 10, Bu."
Guru: "Bagus! Siapa yang ajarin?"
Bejo: "Bapak aku, Bu."
Guru: "Terus, setelah 10 apa?"
Bejo: "Jack, Queen, King, Bu!"
Guru: ๐Ÿ˜ซ

8⃣Dukungan Keluarga
Bapak: "Bejo, klo UAN ini kamu gagal lagi, ga usah kenal sama Bapak!"
..........*Setelah UAN* .........
Bapak: "Bejo, gimana UAN kamu?"
Bejo: "Maaf, bapak siapa, ya?".      ๐Ÿ˜›

Sabtu, 05 Desember 2015

Hukuman Bagi Pelaku Bunuh Diri


Hukuman Bagi Pelaku Bunuh Diri





Hidup di dunia memang butuh pengorbanan; yaitu pengorbanan untuk bisa masuk surga.
Para ulama’ mengatakan, “di dunia ini tidak ada kata istirahat, istirahat hanya ada jika engkau telah memasukkan kakimu ke dalam surga. Sekarang adalah waktunya untuk beramal, namun di akhirat, bukan lagi waktunya untuk beramal, yang ada hanyalah hisab, yakni pertanggung jawaban atas amal yang kita kerjakan di dunia ini”.
Oleh sebab itu, tahanlah derita atau beban yang telah dibebankan untukmu berupa amalan-amalan saleh serta tidak menoleh kepada kelezatan-kelazatan dunia (maksiat) yang hanya sesaat.
Jangan sampai beban atau ujian-ujian yang ada di dunia ini membuatmu  lelah, bosan lalu ingin bunuh diri. Tidakkah engkau tau bahwa bunuh diri itu merupakan dosa yang sangat besar, perhatikanlah sabda Nabi nerikut:

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ู‚َุงู„َ:
ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… :ู…َู†ْ ู‚َุชَู„َ ู†َูْุณَู‡ُ ุจِุญَุฏِูŠْุฏَุฉٍ ูَุญَุฏِูŠْุฏَุชُู‡ُ ูِูŠ ูŠَุฏِู‡ِ ูŠَุชَูˆَุฌَّุฃُ ุจِู‡َุง ูِูŠ ุจَุทْู†ِู‡ِ ูِูŠ ู†َุงุฑِ ุฌَู‡َู†َّู…َ ุฎَุงู„ِุฏًุง ู…ُุฎَู„َّุฏًุง ูِูŠْู‡َุง ุฃَุจَุฏًุง. ูˆَู…َู†ْ ุดَุฑِุจَ ุณُู…ًّุง ูَู‚َุชَู„َ ู†َูْุณَู‡ُ ูَู‡ُูˆَ ูŠَุชَุญَุณَّุงู‡ُ ูِูŠ ู†َุงุฑِ ุฌَู‡َู†َّู…َ ุฎَุงู„ِุฏًุง ู…ُุฎَู„َّุฏًุง ูِูŠْู‡َุง ุฃَุจَุฏًุง. ูˆَู…َู†ْ ุชَุฑَุฏَّู‰ ู…ِู†ْ ุฌَุจَู„ٍ ูَู‚َุชَู„َ ู†َูْุณَู‡ُ ูَู‡ُูˆَ ูŠَุชَุฑَุฏَّู‰ ูِูŠ ู†َุงุฑِ ุฌَู‡َู†َّู…َ ุฎَุงู„ِุฏًุง ู…ُุฎَู„َّุฏًุง ูِูŠْู‡َุง ุฃَุจَุฏًุง

Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
“Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Barang siapa yang bunuh diri dengan benda tajam, maka benda tajam itu akan dipegangnya untuk menikam perutnya di neraka Jahanam. Hal itu akan berlangsung terus selamanya. Barang siapa yang minum racun sampai mati, maka ia akan meminumnya pelan-pelan di neraka Jahanam selama-lamanya. Barang siapa yang menjatuhkan diri dari gunung untuk bunuh diri, maka ia akan jatuh di neraka Jahanam selama-lamanya”. (HR. Muslim)

Semoga bermanfaat,  wallohu a’lam…..

Jumat, 04 Desember 2015

Pandai-Pandailah Dalam Memilih Teman…!!!

Pandai-Pandailah Dalam Memilih Teman…!!!



Manusia memang dikatakan sebagai makhluk sosial, yang satu sama lainnya saling membutuhkan, maka manusia tidak akan bisa hidup sendirian. Namun ada hal penting yang harus diketahui yaitu ketika kamu memilih teman. Karena tanpa teman, serasa hidup ini tidak sempurna, namun dibalik semua itu,engkau harus pintar dan jeli dalam memilih teman hidupmu, karena teman memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupanmu, ia bisa menyeretmu ke surga, tetapi ia bisa saja menyeretmu juga ke dalam neraka.

Oleh karena itu, dikatakan dalam sebuah hikmah arab;

ุงู„ุตุงุญุจ ุณุงุญุจ

Artinya : “teman itu adalah tukang seret (bisa menarikmu kemana saja).”
Maka dari itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada umatnya:

ุงู„ู…ุฑุก ุนู„ู‰ ุฏูŠู† ุฎู„ูŠู„ู‡ ูู„ูŠู†ุธุฑ ุฃุญุฏูƒู… ู…ู† ูŠุฎุงู„ู„

Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)

Timbanglah teman-temanmu dengan timbangan islam, jika sesuai, maka bergaullah dengannya, namun jika tidak, jangan coba-coba dekati.

Semoga bermanfaat, wallohu a’lam…………..


By: Ilman Hady

Jumat, 27 November 2015

๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜—

*3 Hal dalam Kehidupan*

๐Ÿ’ Ada 3 Hal dlm hidup yg
      tidak akan kembali:
          1. Waktu ๐Ÿ•
          2. Kata-kata ๐Ÿ˜Œ
          3. Kesempatan ๐Ÿ˜Š
๐Ÿ’ Ada 3 Hal yg dapat
      menghancurkan hidup
      seseorag:
          1. Kemarahan ๐Ÿ˜ก
          2. Keangkuhan ๐Ÿ˜Ž
          3. Dendam ๐Ÿ‘น
๐Ÿ’ Ada 3 Hal yg tidak boleh
      hilang:
          1. Harapan ๐Ÿ˜Š
          2. Keikhlasan ๐Ÿ˜‡
          3. Kejujuran ๐Ÿ˜‡
๐Ÿ’ Ada 3 Hal yang paling
      berharga:
         1. Kasih Sayang ๐Ÿ‘ช
         2. Cinta ๐Ÿ’˜
         3. Kebaikan ๐Ÿ˜‡
๐Ÿ’ Ada 3 Hal dlm hidup yg
      tidak pernah pasti:
          1. Kekayaan ๐Ÿ’ฐ
          2. Kejayaan ๐ŸŽ“
          3. Mimpi ๐Ÿ’ค
๐Ÿ’ Ada 3 Hal yg memben-
      tuk watak seseorg:
          1. Komitmen ๐Ÿ‘Œ
          2. Ketulusan ๐Ÿ˜”
          3. Kerja keras ๐Ÿ’ช
๐Ÿ’ Ada 3 Hal yg membuat
      kita sukses:
          1. Tekad ✊
          2. Kemauan ๐Ÿ‘†
          3. Fokus ☝
๐Ÿ’ Ada 3 Hal yg tidak per-
      nah kita tahu:
         1. Rezeki ๐Ÿ’Ž
         2. Umur ๐Ÿ‘ถ�
         3. Jodoh ๐Ÿ’‘
๐Ÿ’ Ada 3 Hal dlm hidup yg
      PASTI dan TIDAK DAPAT
      DIELAKKAN:
          1. Tua ๐Ÿ‘ต
          2. Sakit ๐Ÿฅ
          3. Mati ๐Ÿ‘ผ

   ๐ŸŽผ Have a good day ๐ŸŽผ
           
                     ****

Rabu, 25 November 2015

Menahan Amarah



Marah merupakan tabiat manusia.
Disebutkan dalam sebuah hadits:

ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ : ( ( ู„َูŠْุณَ ุงู„ุดَّุฏِูŠุฏُ ุจِุงู„ุตُّุฑَุนَุฉِ ุฅِู†َّู…َุง ุงู„ุดَّุฏِูŠุฏُ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَู…ْู„ِูƒُ ู†َูْุณَู‡ُ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ْุบَุถَุจِ ) ) ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡

Dari sahabat Abu Huroiroh -rodhiallohu 'anhu- beliau berkata: Telah bersabda rosululloh shollollohu 'alaihi wa sallam: "Bukanlah orang yang kuat yaitu yang pandai gulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan nafsu/emosinya ketika marah." (Muttafaq 'alaih)

Adapun di antara cara untuk menahan amarah adalah sebagaimana yang ada dalam hadits berikut: Nabi shollollohu 'alaihi wa sallam bersabda:

ุฅِุฐَุง ุบَุถَุจْุชَ ูَุงْุณูƒُุชْ ، ูˆَุฅِุฐَุง ุบَุถَุจْุชَ ูَุงْุณูƒُุชْ ، ูˆَุฅِุฐَุง ุบَุถَุจْุชَ ูَุงْุณูƒُุชْ  . ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ

"Apabila kamu marah maka diamlah, dan apabila kamu marah maka diamlah, dan apabila kamu marah maka diamlah." (HR. Ahmad dan dishohihkan oleh syaikh al-Albani di dalam "as-Shohihah"  3/363 dan 449 no hadits: 1375)

Dan juga berlindung dari syetan dengan mengucapkan ; ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ุดَّูŠْุทَุงู†ِ ุงู„ุฑَّุฌِูŠู…ِ
Dan merubah posisi dari posisi di kala ia marah, jika dalam keadaan berdiri, maka duduklah, dan jika ia marah dalam keadaan duduk, maka hendaknya ia terlentang dab begitu seterusnya.

Sekian, semoga bermanfaat, wallohu a’lam………..

Sabtu, 21 November 2015

Arti Fitnah Yang Sebenarnya Dalam Surat Al Baqarah Ayat 191


Arti Fitnah Yang Sebenarnya Dalam Surat Al Baqarah Ayat 191




Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 191 :
ูˆَุงู„ْูِุชْู†َุฉُ ุฃَุดَุฏُّ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุชْู„ِ
Tak jarang kita mengartikan dan memahami ayat tersebut dgn "Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan" yang berkonotasi pada "Fitnah" yg berarti sebagai perkataan tanpa dasar yg dilancarkan untuk menjatuhkan atau merendahkan martabat seseorang.
Padahal makna "FITNAH" yg dimaksud dlm ayat itu adalah "KUFUR/SYIRIK", sebagaimana yang dijelaskan oleh para mufassirin, . Berikut Tafsirnya:
TAFSIR AR-RAZI:
(ุนَู† ุงุจْู†ِ ุนَุจَّุงุณٍ ุฃَู†َّ ุงู„ْู…ُุฑَุงุฏَ ู…ِู†َ ุงู„ْูِุชْู†َุฉِ (ุงู„ْูƒُูْุฑُ ุจِุงู„ู„ู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰) ูˆَุฅِู†َّู€ู…َุง ุณُู€ู…ِّูŠَ ุงู„ْูƒُูْุฑَ ุจِุงู„ْูِุชْู†َุฉِ ู„ِุฃَู†َّู‡ُ ูَุณَุงุฏٌ ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูŠُุคَุฏِّูŠْ ุฅِู„َู‰ ุงู„ุธُّู„ْู…ِ ูˆَุงู„ْู€ู‡َุฑْุฌِ ูˆَูِูŠْู‡ِ ุงู„ْูِุชْู†َุฉُ ูˆِุฅِู†َّู€ู…َุง ุฌُุนِู„َ ุงู„ْูƒُูْุฑَ ุฃَุนْุธَู…ٌ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุชْู„ِ ู„ِุฃَู†َّ ุงู„ْูƒُูْุฑَ ุฐَู†ْุจٌ ูŠُุณْุชَุญِู‚ُّ ุตَุงุญِุจُู‡ُ ุจِู‡ِ ุงู„ْุนِู‚َุงุจَ ุงู„ุฏَّุงุฆِู…َ، ูˆَุงู„ْู‚َุชْู„ُ ู„َูŠْุณَ ูƒَุฐَู„ِูƒَ، ูˆَุงู„ْูƒُูْุฑُ ูŠُู€ุฎْุฑِุฌُ ุจِู‡ِ ุตَุงุญِุจَู‡ُ ุนَู†ِ ุงู„ْุฃَุฆِู…َّุฉِ، ูˆَุงู„ْูِุชْู†َุฉُ ู„َูŠْุณَ ูƒَุฐَู„ِูƒَ، ูَูƒَุงู†َ ุงู„ْูƒُูْุฑَ ุฃَุนْุธَู…ٌ ู…ِู†َ ุงู„ْู‚َุชْู„ِ)).
Artinya : (Diriwayatkan dari Ibnu`Abbas bahwasanya maksud dari kata FITNAH ini adalah KUFUR KEPADA ALLAH TA'ALA. Dan sesungguhnya KUFUR itu disebut Fitnah karena merupakan satu kerusakan dibumi ini yang membawa kepada kedzaliman dan kekacauan. Dan didalam kekufuran itu terdapat fitnah. Dan sungguh kekufuran itu lebih besar (dosanya) daripada pembunuhan karena kekufuran itu adalah dosa yang pelakunya berhak disiksa selamanya, sedangkan pembunuhan tidak seperti itu. Maka Kufur Kepada Allah adalah lebih besar dosanya daripada dosa membunuh. (Tafsir ar-Razi (hlm 141, jilid 5).
Dan masih banyak lagi ulama-ulama di bidang tafsir  seperti Al baghowi, Ibnu Jarir At Thobari, Al-Qurthuby, Asy Syaukani, Ibnu Katsir dan yang lainnya. Mereka semua  menafsirkan arti fitnah di dalam ayat tersebut ialah kesyirikan.
Jadi, mungkin hanya orang-orang Indonesia saja yang memahami arti fitnah dalam ayat tersebut dengan  fitnah, dan ini merupakan pemahaman yang keliru yang perlu untuk dibenahi, supaya jangan sampai kita berdalil dengan ayat Allah bukan pada tempatnya.
Semoga bermanfaat, wallahu a’lam….


Apakah Orang Yang Telah Bertaubat Juga Akan Disiksa Atas Dosa Besar Yang Telah Ia Perbuat??


PERTANYAAN :


Ust... apkah wanita mlam maaf (pelacur) yg bertobat tdk dapat siksa kubur Ust !!
Mohon penjelasannya...!! Jazaakumullohu khairon...

JAWABAN ke 1 :
Ustadz A :
 At Taibu minadh dzanbi kaman laa dhanba lahu..Orang yang bertobat dari dosa, seperti tidak
punya dosa. Maka pelacur tsb jika taubat nashuha maka untuk dosa berzinanya sudah hilang sama-sekali. mengenai siksa kubur, mungkin dia disiksa karena dari dosanya yang lain...

JAWABAN ke 2 :
Ustadz B :

 SIKSA itu hak preogratif Allah, namun bila seseorang telah insyaf dan benar-benar bertaubat, maka imannya kembali ia kenakan dan dalam hukum syara' diperlakukan hak-haknya seperti muslim lainnya....

ูˆุฑูˆูŠ ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑ...ุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„ : ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰
ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… : ( ุฅุฐุง ุฒู†ู‰ ุงู„ุฑุฌู„ ุฎุฑุฌ ู…ู†ู‡ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ููƒุงู† ุนู„ูŠู‡ ูƒุงู„ุธู„ุฉ ูุฅุฐุง
ุฃู‚ู„ุน ุฑุฌุน ุฅู„ูŠู‡ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ) ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ูˆุงู„ู„ูุธ ู„ู‡

Diriwayatkan dari Abu Hurairoh radiyallohu 'anhu, Dia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallama bersabda “Bila seorang lelaki berzina perbuatannya laksana penutup (iman) baginya namun bila dia telah menjauhkan diri dari zina (bertaubat), imannya kembali padanya” (HR Abu Daud)

ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ู„ู„ุจูŠู‡ู‚ูŠ ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… : ( ุฅู† ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุณุฑุจุงู„ ูŠุณุฑุจู„ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ูŠุดุงุก ูุฅุฐุง ุฒู†ู‰ ุงู„ุนุจุฏ ู†ุฒุน ู…ู†ู‡ ุณุฑุจุงู„ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูุฅู† ุชุงุจ ุฑุฏ ุนู„ูŠู‡ )

Dalam sebuah riwayat Imam Baehaqi dikatakan : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallama bersabda “Iman itu laksana gamis/baju yang Allah kenakan pada hambaNya yang dikehendaki, bila seorang berzina lepaslah pakaian tersebut bila dia bertaubat dikembalikan lagi pakaiannya” (HR. Baehaqi)


ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุชุฒูˆุฌ ุจุงู„ุฒุงู†ูŠุฉ ุงู„ุชูŠ ุงุดุชู‡ุฑุช ุจุฐู„ูƒ ูˆู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุชุฒูˆุฌ ู…ู† ุงู„ุฒุงู†ูŠ ุงู„ุฐูŠ ูŠุชุธุงู‡ุฑ ุจุงู„ูุงุญุดุฉ ูˆุงุดุชู‡ุฑ ุจู‡ุง ุฅู„ุง ุฅุฐุง ุธู‡ุฑุช ุงู„ุชูˆุจุฉ ุงู„ุตุงุฏู‚ุฉ ุนู„ูŠู‡

“Tidak boleh menikahi wanita pezina yang sudah dikenal umum perbuatannya, tidak boleh juga menikahi lelaki pezina yang tampak kejelekan dan dikenal umum perbuatannya kecuali bila telah nampak adanya taubat yang benar darinya."

Semoga bermanfaat bagi penulis dan pembaca, wallohu a'lam....
===================================

Rujukan : AlFiqh ‘Alaa Madzaahib al-Arba’ah V/60


Jumat, 20 November 2015

Kisah Seorang Wanita Yang Bertaubat Dari Perbuatan Zina



Imam Muslim dalam Shahihnya , dan juga para penulis kitab sunnah telah meriwayatkan sebuah kisah taubat yang paling mengagumkan yang diketahui oleh manusia. Pada suatu hari Rasulullah
duduk di dalam masjid, sementara para sahabat beliau duduk mengitari beliau. Beliau mengajari, mendidik dan mensucikan (hati) mereka. Majelis tersebut dipenuhi oleh sahabat besar Nabi .
Tiba-tiba datanglah seorang wanita berhijab masuk ke pintu masjid. Kemudian Rasul pun diam, dan diam pula para sahabat beliau .

Wanita tersebut menghadap dengan perlahan, dia berjalan dengan penuh gentar dan takut, dia lemparkan segenap penilaian dan pertimbangan manusia, dia lupakan aib dan keburukan, tidak takut kepada manusia, atau mata manusia dan apa yang akan dikatakan oleh manusia.
Hingga dia sampai kepada Rasulullah , kemudian dia berdiri di hadapan beliau, dan mengabarkan kepada beliau bahwa dia telah berzina!!

Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan (maksiat yang mewajibkan adanya) hukuman had (atasku), maka sucikanlah aku!”
Apa yang diperbuat oleh Rasulullah ?!
Apakah beliau meminta persaksian dari para sahabat atas wanita tersebut?

Tidak, bahkan memerahlah wajah beliau hingga hampir-hampir meneteskan darah. Kemudian beliau mengarahkan wajah beliau ke arah kanan, dan diam, seakan-akan beliau tidak mendengar sesuatu. Rasulullah berusaha agar wanita ini mencabut perkataannya, akan tetapi wanita tersebut adalah wanita yang istimewa, wanita yang shalihah, wanita yang keimanannya telah menancap di dalam hatinya. Maka Nabi bersabda kepadanya: “Pergilah, hingga engkau melahirkannya.”
Berlalulah bulan demi bulan, dia mengandung putranya selama 9 bulan, kemudian dia melahirkannya. Maka pada hari pertama nifasnya, diapun datang dengan membawa anaknya yang telah diselimuti kain dan berkata: “Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina, inilah dia, aku telah melahirkannya, maka sucikanlah aku wahai Rasulullah!”
Maka Nabipun melihat kepada anak wanita tersebut, sementara hati beliau tercabik-cabik karena merasakan sakit dan sedih, dikarenakan beliau menghidupkan kasih sayang terhadap orang yang berbuat maksiat.
Siapa yang akan menyusui bayi tersebut jika ibunya mati? Siapakah yang akan mengurusi keperluannya jika had (hukuman) ditegakkan atas ibunya?
Maka Nabi bersabda: “Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.”
Maka wanita itupun pergi ke rumah keluarganya, dia susui anaknya, dan tidaklah bertambah keimanannya di dalam hatinya kecuali keteguhan, seperti teguhnya gunung. Tahunpun bergulir berganti tahun. Kemudian wanita itu datang dengan membawa anaknya yang sedang memegang roti. Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!”

Dia dan keadaannya sungguh sangat menakjubkan! Iman yang bagaimanakah yang membuatnya berbuat demikian. Tiga tahun lebih atau kurang, yang demikian tidaklah menambahnya kecuali kekuatan iman.

Nabi mengambil anaknya, seakan-akan beliau membelah hati wanita tersebut dari antara kedua lambungnya. Akan tetapi ini adalah perintah Allah, keadilan langit, kebenaran yang dengannya kehidupan akan tegak.

Nabi bersabda: “Siapa yang mengkafil (mengurusi) anak ini, maka dia adalah temanku di sorga seperti ini…” Kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam.
Dalam sebuah riwayat bahwa Nabi memerintahkan agar wanita itu dirajam, kemudian beliau menshalatinya. Maka berkatalah Umar : “Anda menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina.” Maka beliau bersabda:
“Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah ?” (HR. Ahmad)
Semoga bermanfaat, wallohu a’lam……….


Sabtu, 14 November 2015

Masih Angkuh Juga????



SEORANG PEMBESAR  berkata kepada Muthorrif bin Abdillah ;

"Tidakkah engkau tahu siapa saya?"
Muthorrif menjawab, "Tentu saya tahu, engkau kan yang awalnya adalah setetes mani yang kotor, dan akhirmu adalah bangkai yang busuk, dan antara kedua kondisi tersebut engkau membawa kotoran." (Siyar A'laam An-Nubalaa 4/505)
Lantas pembesar tersebut terdiam…….

Maka bertanyalah pada dirimu sendiri wahai anak cucu adam, siapa engkau sehingga berani menyombongkan diri kepada orang lain?? Akankah engkau lupa akan adanya Dzat Yang Maha Perkasa???

Mengapa engkau berani angkuh? Apakah karena engkau seorang raja?
Atau mungkin anak raja?

Oooh… mungkin kamu orang kaya?? Atau orang yang sangat dihormati di wilayahmu?
Atau anda adalah pak kiai??

Ketahuilah wahai saudaraku, siapapun anda, maka kita semua SAMA, sama-sama berasal dari setetes  air yang hina, dan berakhir juga  dengan bangkai yang busuk. Maka tidak sepatutnya kita menyombongkan diri.

Semoga bermanfaat bagi penulis & pembaca, wallohu a’lam………..

                                    **************************





Jumat, 13 November 2015

BERHATI-HATILAH ENGKAU DARI HARTA YANG HARAM…!!!


Saudara pembaca yang dicintai Allah,,,
Harta merupakan amanah dari Yang Maha Pemberi rizki, maka sepatutnya kita memperhatikan, dari mana kita memperolehnya, dan bagaimana kita memanfaatkannya, karena kelak Allah ta’ala akan menanyakan hamba-Nya tentang harta yang telah dikaruniakan kepadanya.

Oleh karena itulah, hendaknya setiap hamba bertanya pada dirinya sendiri, ‘apakah harta yang aku peroleh ini halal atau harta syubhat?? Atau mungkin harta yang haram?
Karena sangat penting untuk diketahui wahai saudaraku yang mulia, betapa besar dampak dari harta haram, di antara dampak terbesarnya ialah :

~ Harta tersebut akan menyeretnya ke dalam api neraka, wal’iyaadzubillah, sebagaimana yang tercantum dalam hadits berikut:

ูŠَุง ูƒَุนْุจُ ุจْู†َ ุนُุฌْุฑَุฉَ ุฅِู†َّู‡ُ ู„ุงَ ูŠَุฑْุจُูˆ ู„َุญْู…ٌ ู†َุจَุชَ ู…ِู†ْ ุณُุญْุชٍ ุฅِู„ุงَّ ูƒَุงู†َุชِ ุงู„ู†َّุงุฑُ ุฃَูˆْู„َู‰ ุจِู‡ِ

“Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah (salah satu sahabat Nabi), sesungguhnya tidaklah tumbuh setiap daging yang diberi asupan makanan yang haram melainkan nerakalah yang berhak membakarnya.” (HR. Ahmad dan at-Tirmizi, dinyatakan shahih oleh al-Albani).


~ Tidak terkabulnya do’a, sebagaimana yang disebutkan dalam suatu hadits bahwa Rasulullah –shallallohu ‘alaihi wasallam- bersabda, "Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, "Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!" namun makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, serta pakainnya dari harta yang haram, maka bagaimanakah akan diterima doanya?" (HR Muslim).

Semoga nasihat ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca, wallohu a’lam………


Selasa, 10 November 2015

⚡WASPADA AIR MINUM BOTOL DAN GELAS MILIK PERUSAHAAN SYIAH ,,,,,⚡



๐Ÿ’‰karna syiah agama kotor menabir air kencing di setiap makanan dan air minum buat di hidangkan kepada tamu islam,karna bagi syiah, islam adalah musuh nyata.    

๐Ÿ”ฅKEHADIRAN SYIAH di indonesia bukan isapan jempol belaka.. bukan hanya menebar paham sesat yang bersifat merusak KEMURNIAN AGAMA ISLAM di Indonesia.
⭕Telah saya temukan...Minuman buatan sekte berlogo bendera IRAN.. dimana sekte syiah ini sudah berani menempel logo secara terbuka di label penjualan minuman kemasan BERTULISKAN " QUM “

⭕⭕QUM adalah Kota Suci
 Qum Iran Ladang Maksiat Para Mullah (PENDETA IRAN) Imam Imam Makshum Iran, kalangan Mullah tak ada bedanya dengan pendeta pendeta Trinitas yang menggunakan haknya merampas kehormatan wanita dan perbuatan sodomi sebagaimana terjadi di gerejani. Mullah Mullah Iran atas nama agama, telah menghancurkan
merampas kehormatan wanita dan perbuatan sodomi sebagaimana terjadi di gerejani.

⚡Mullah Mullah Iran atas nama agama, telah menghancurkan berbagai wanita dari semua usia, hanya nenek nenek saja mungkin yang tidak pernah di kawinin para Mullah yang menjadi penebus dosa para syiah.

๐Ÿ‘‰Sebab setiap pelaku dosa di Iran, selama berpegang teguh dengan prinsip Imamiyah, maka dosanya sirna dari pelakunya Memang agama yang satu ini setali tiga uang dengan trinitarium , para penyembah Three In One, katolik atau Kristen.

๐Ÿ‘‰Karena dalam ajaran Kristen, sebanyak apapun dosa zina dilakukan selama mengakui ketuhanan Yesus, maka dosa dosanya dihapus dari diri pelakunya.
Di Syiah para Mullah itu tak ada bedanya dengan kasus yang dihadapi gereja beberapa tahun lalu.

⚡Di Syiah para Mullah itu tak ada bedanya dengan kasus yang dihadapi gereja beberapa tahun lalu. Dunia menyoroti kebobrokan gereja, Tetapi dunia lupa dengan kebobrokan para Mullah yang menata maksiat bagaikan calup yang rapi, tak terbesit kalangan wartawan untuk melacak kejadian yang sesungguhnya terjadi di kota bernama ”Qom”.

↘Padahal angka wanita Iran bunuh diri karena depresi dan beban mental di kota suci Qom Iran ini melebihi kejahatan terhadap wanita di kota Iran , Taheran.

Angka bunuh diri meningkat sejalan dengan perlakuan kejahatan terhadap wanita oleh Mullah mullah di Iran dan tekanan para polisi penegak hukum Iran.

 ๐Ÿ’‰Wanita wanita tersebut di kurung di kota Qom, sedangkan yang bisa masuk ke tempat diklat wanita itu hanya para mullah yang berkelakuan cabul.

➡Kalau di dasarkan pada fakta fakta ajaran para Mullah, dari kitab kitab Mut'ah yang disusun oleh ulama-ulama Syiah kian menjelaskan posisi para Mullah di Iran adalah yang paling bertanggung jawab dengan meningkatnya kejahatan terhadap wanita, seperti pemerkosaan, berbagai jenis kejahatan dan bunuh diri yang makin menyebar di Qom ,sebuah wilayah yang
❓ konon tempatnya nabi Muhammad disaksikan ribuan orang pidatonya, yang di yakini Syiah sebagai Pidato penyerahan kekuasaan kepada Ali. Padahal Rasulullah saw tidak pernah menginjakkan kaki di Qom.

⚡Tetapi wilayah Qum ini ternyata merupakan wilayah tindah kejahatan dan pemerkosaan yang paling tinggi di bandingkan Teheran;
Prilaku Mullah di Qum ini sangat merendahkan kedudukan wanita Iran itu sendiri.

 ๐Ÿ“ขSelain, wanita di kota Qum selalu dalam resiko penghinaan dan pelecehan seksual, khususnya yang dilakukan oleh kalangan pelajar agama di Hauzahi.

 ๐Ÿ‘‰Setiap kali mereka melihat wanita atau gadis yang sedang berada di jalan, maka buru- buru mereka membuka percakapan dengannya tentang nikah mut`ah, bahkan sedikit pun mereka tidak membuka ruang tanya jawab meski si wanita atau gadis tersebut merasa keberatan.
 Hal itu dikarenakan apa yang mereka inginkan adalah perkara yang disyari`atkan dan telah ditegaskan oleh pemerintah. Di samping mut'ah dalam keyakinan mereka adalah perbuatan terpuji dan telah diwasiatkan oleh Mulah mereka serta tertulis dalam kitab-kitab Imam mereka.

๐Ÿ”ฅQom Surga bagi Mullah Iran dan Neraka bagi wanita Iran, terlebih dalam pandangan Syiah "wanita itu mainan", sehingga bisa melakukan apa saja terhadap wanita, layaknya habitat binatang yang tak mengenal induk dan anaknya, Itulah Qum.

๐Ÿ‘‰ Di Qum juga , tingkat penyakit AIDS meningkat, seiring dengan meningkatnya tuntutan biologis secara norma Iran yang menghalalkan kebebasan sex, selain tingginya tingkat kemiskinan yang tak seimbang dengan para mullah yang berjuntai harta dan kemewahan, selain wanita wanita penghibur dari kalangan mut'ah. Belum lagi morfinis dan pembunuhan menjadi tanda kota terburuk di Iran yang konon katanya Republik Islam Iran.

Sumber http://koepas.org/index.php/ datfak/7497kotasuci-qom-iran-ladang- maksiat-para-mullah - -
๐Ÿ“–DAR'S SALAF

-๐Ÿ“ก »Lokasi Penjualan dan Harga AIR QUM<< Berlokasi di Pondok Ungu Permai, Bekasi Utara, Untuk sementara menjual air Qum kemasan gelas plastik, ukuran botol air mineral 600ml. Kemasan galon hanya untuk daerah Pondok Ungu Permai, Harapan indah, dan sekitarnya.

➡DAKWAH SALAF
๐Ÿ“–DAR'S SALAF
๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ

DO’A UNTUK MENGOBATI LUKA

BISMILLAH….

Pasti kita semua pernah yang namanya terluka, baik itu terluka karena tergores pisau, tertusuk duri, jatuh dari motor, luka bakar atau luka-luka lainnya.
Naaah, taukah anda, ternyata Nabi kita Muhammad shallallohu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan kita do’a untuk mengobati luka-luka tersebut, yaitu dengan menggunakan tanah dan air ludah, kemudian menuangkannya di daerah yang terluka, serta mengucapkan do’a berikut:

ุจِุณู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุชُุฑْุจَุฉُ ุฃَุฑْุถِู†ุงَ ุจِุฑِูŠْู‚َุฉِ ุจَุนْุถِู†ุงَ ูŠُุดْูَู‰ ุณَู‚ِูŠْู…ُู†ุงَ ุจِุฅِุฐْู†ِ ุฑَุจِّู†ุงَ

”Dengan menyebut nama Allah, ini adalah tanah bumi kita, dicampur dengan ludah sebagian dari kita, dengannya dapat disembuhkan orang sakit diantara kita, dengan izin Tuhan kita.“ (HR. Bukhari dan Muslim & juga Ibnu Majah)
Semoga kita bisa hafal dan praktikkan… ^__^
 wallohu a’lam……….

Minggu, 08 November 2015

Kisah Berbakti Kepada Kedua Orangtua
====================================


Sangat Sedih Rasanya Saat Orang Tuaku Berkata Kepadaku: “Terima Kasih ya Nak Atas Pemberiannya…”

Berbaktilah Sebelum Terlambat…!!!

Dari kajian Ustadz Abu Abdillah Ahmad Zainuddin, Lc

Si Fulan berkata kepada penulis: ” Hati saya sangat sakit sekali, perasaan saya hancur, sedih, malu, haru, semua rasa bercampur, ketika orangtua saya berkata kepada saya: “Terima kasih ya nak…, atas pemberiannya “,

Penulis bertanya: ” Coba ceritakan dari awalnya, mungkin akan lebih jelas kejadiannya “.

Si Fulan kemudian bercerita: ” Ceritanya, orangtua saya minta dikirimi uang dalam jumlah tertentu, dan mereka berkata: “Kirimkan segera ya..”, maka hari itu saya langsung transfer permintaan tersebut kepada orangtua saya, besoknya saya telpon orangtua untuk memberitahukan bahwa uangnya sudah ditransfer, saya berkata kepada orangtua: ” Semoga bermanfaat “, mereka menjawab: ” Uang yang kamu kirim itu sebenarnya, untuk beli celana panjang bapakmu, karena bapakmu mempunyai celana cuma satu, yang hijau itu aja, padahal beliau sering ikut kajian Islam, kalau celana kotor, maka beliau tidak bisa ikut kajian, yang jelas terima kasih ya nak…atas pemberiannya “.

Si fulan pun terdiam sejenak sambil mengatur nafas, menahan tangis, kemudian dia berkata: ” Semoga orangtua saya diampuni oleh Allah Ta’ala dari segala dosa dan kesalahan serta diberikan husnul khatimah di akhir hidup mereka, Allahumma amin “.

Kawan pembaca…

Cerita di atas adalah cerita nyata, penulis ketika mendengar cerita tersebut hanya bisa meneteskan air mata sambil mengingat-ingat ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang berbakti kepada kedua orangtua.

Semoga kisah ini bisa memotivasi kita untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua kita, wallohu a’lam….

Sabtu, 07 November 2015

MELATIH MENTAL

====================
Melatih mental pribadi adalah hal penting terutama dilakukan ketika seseorang masih kecil, seorang ibu harus melatih mental anak sejak dini, mereka dilatih agar kelak memiliki mental kuat dan pribadi yang baik.

Jika anda masih gemetaran ketika berbicara di hadapan orang banyak, atau tersendat dalam berbicara kemudian bemuka pucat, maka ketahuilah bahwa anda memiliki mental dan rasa percaya diri yang masih kurang.
Oleh karena itu, mari simak beberapa tips berikut untuk menumbuhkan mental dan rasa percaya diri kita:

~ kamu harus ingat bahwa semua orang itu sama di hadapan Allah, tidak ada yang membedakannya kecuali yang paling bertakwa, oleh karena itulah orang-orang yang berilmu itu sangat disegani karena mereka memiliki wibawa yang kuat.

~ kamu harus selalu optimis dan katakanlah dalam dirimu, “AKU PASTI BISA”.

~ ketika kamu berhadapan dengan orang yang lebih pandai atau lebih berbakat darimu, maka berusahalah sebisa mungkin untuk berfikir bahwasanya kamu itu lebih baik darinya, karena setiap orang itu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, itulah dia keadilan Allah.

~ hilangkan rasa malu untuk bertanya.

~ ingatlah!! Percaya diri bukan berarti sombong.

~ jangan lupa untuk berdo’a kepada Allah.
Sekian dari penulis, semoga bermanfaat, wallohu a’lam…..

Jumat, 06 November 2015

 ุงู„ุฐู†ูˆุจ ุจุญุฑ ู„ุงุณุงุญู„ ู„ู‡ ูˆ ู‚ุฏ ุชูƒู„ู… ุงู„ุนู„ู…ุงุก ููŠ ุชุตู†ูŠู ุฃู†ูˆุงุน ุงู„ุฐู†ูˆุจ ุฅู„ู‰ ู‚ุณู…ูŠู† :
ุงู„ุฃูˆู„ : ุงู„ูƒุจุงุฆุฑ ูˆู‡ูŠ ู…ุงุชุฑุชุจ ุนู„ูŠู‡ ุญุฏ ุฃ ูˆุนูŠุฏ ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุงู„ุขุฎุฑุฉ ูุชูƒูˆู† ูƒุจูŠุฑุฉ ูˆููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ
( ุฑู…ุถุงู† ุฅู„ู‰ ุฑู…ุถุงู† ูˆุงู„ุฌู…ุนุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฌู…ุนุฉ ู…ูƒูุฑุงุช ู„ู…ุง ุจูŠู†ู‡ู…ุง ู…ุง ุงุฌุชู†ุจุช ุงู„ูƒุจุงุฆุฑ ).
ูˆู‚ุฏ ุงุฌุชู‡ุฏ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุนู„ู…ุงุก ููŠ ุชุญุฏูŠุฏู‡ุง ูˆุจูŠุงู†ู‡ุง ูˆุตู†ููˆุง ุงู„ูƒุชุจ ููŠ ุงู„ูƒุจุงุฆุฑ ูƒุงู„ุฐู‡ุจูŠ ูˆุจู† ุญุฌุฑ ุงู„ู‡ูŠุชู…ูŠ ูˆุบูŠุฑู‡ู…ุง.
ูˆุงู„ุซุงู†ูŠ : ุงู„ุตุบุงุฆุฑ ูˆู‡ูŠ ู…ุงุฏูˆู† ุฐู„ูƒ ูˆู‚ุฏ ุฐู‡ุจ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ู…ูุณุฑูŠู† ุฅู„ู‰ ุชุญุฏูŠุฏ ุฃู†ูˆุงุน ู…ู†ู‡ุง ุงุฌุชู‡ุงุฏุงً ุนู†ุฏ ุชูุณูŠุฑ ู‚ูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
( ุงู„ุฐูŠู† ูŠุฌุชู†ุจูˆู† ูƒุจุงุฆุฑ ุงู„ุฅุซู… ูˆุงู„ููˆุงุญุด ุฅู„ุง ุงู„ู„ู…ู…) ุงู„ู†ุฌู… (32).
ูˆุฐูƒุฑ ุจู† ุงู„ู‚ูŠู… ุชู‚ุณูŠู… ุงู„ุฐู†ูˆุจ ุฅู„ู‰ ุตุบุงุฆุฑ ูˆูƒุจุงุฆุฑ ุซู… ู‚ุงู„ ูˆุฃุตูˆู„ ุงู„ุฐู†ูˆุจ ุซู„ุงุซุฉ :
ุงู„ูƒุจุฑ ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ุฃุตุงุฑ ุฅุจู„ูŠุณ ุฅู„ู‰ ู…ุงุฃุตุงุฑู‡
ุงู„ุซุงู†ูŠ: ุงู„ุญุฑุต ูˆู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ุฃุฎุฑุฌ ุขุฏู… ู…ู† ุงู„ุฌู†ุฉ
ุงู„ุซุงู„ุซ: ุงู„ุญุณุฏ ูˆู‡ูˆุงู„ุฐูŠ ุฌุฑุฃ ุฃุญุฏ ุจู†ูŠ ุขุฏู… ุนู„ู‰ ุฃุฎูŠู‡ ูู…ู† ูˆู‚ูŠ ุดุฑ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ูู‚ุฏ ูˆู‚ูŠ ุงู„ุดุฑ .
ูˆุงู†ุธุฑ ู…ุฒูŠุฏ ุชูุตูŠู„ ููŠ ุงู„ุฏุงุก ูˆุงู„ุฏูˆุงุก ูˆุงู„ููˆุงุฆุฏ ู„ุงุจู† ุงู„ู‚ูŠู… ูˆุงู„ูƒุจุงุฆุฑ ู„ู„ุฐู‡ุจูŠ .
ูˆุฃุนู„ู… ุฃู† ุฎุทุฑ ุงู„ุฐู†ุจ ุนุธูŠู… ูˆุงู„ูˆุงุฌุจ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุณู„ู… ุฃู† ูŠุฎุงู ุงู„ุฐู†ุจ ูˆูŠุญุงุฐุฑู‡ ูููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ " ุฅู† ุงู„ู…ุคู…ู† ู„ูŠุฑูŠ ุฐู†ูˆุจู‡ ูƒุฃู†ู‡ ููŠ ุฃุตู„ ุฌุจู„ ูŠูˆุดูƒ ุฃู† ูŠู‚ุน ุนู„ูŠู‡ ูˆุฃู…ุง ุงู„ูุงุฌุฑ ููŠุฑู‰ ุฐู†ูˆุจู‡ ูƒุฐุจุงุจ ูˆู‚ุน ุนู„ู‰ ุฃู†ูู‡ ูู‚ุงู„ ุจู‡ ู‡ูƒุฐุง ูุทุงุฑ"
ูŠู‚ูˆู„ ุจู† ุงู„ู…ุนุชุฒ:
ุฎู„ ุงู„ุฐู†ูˆุจ ุตุบูŠุฑู‡ุง ูˆูƒุจูŠุฑู‡ุง ุฐุงูƒ ุงู„ุชู‚ู‰
ูˆุงุตู†ุน ูƒู…ุงุดٍ ููˆู‚ ุฃุฑุถ ุงู„ุดูˆูƒ ูŠุญุฐุฑ ู…ุงูŠุฑู‰
ู„ุงุชุญู‚ุฑู† ุตุบูŠุฑุฉ ุฅู† ุงู„ุฌุจุงู„ ู…ู† ุงู„ุญุตู‰ูˆุงู„ุฐู†ูˆุจ ุฅุฐุง ุงุฌุชู…ุนุช ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจ ุงู„ุนุจุฏ ุชู‡ู„ูƒู‡ ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰
( ูƒู„ุง ุจู„ ุฑุงู† ุนู„ู‰ ู‚ู„ูˆุจู‡ู… ู…ุงูƒุงู†ูˆุง ูŠูƒุณุจูˆู†)
ูˆุงู„ุชุณุงู‡ู„ ููŠ ุงู„ุตุบุงุฆุฑ ูŠุตูŠุฑู‡ุง ูƒุจุงุฆุฑ ู„ุงุตุฑุงุฑ ุงู„ุนุจุฏ ุนู„ูŠู‡ุง ูˆู…ู†ุงุฏุงุชู‡ุง ู„ุฃุฎูˆุงุชู‡ุง ู…ู† ุงู„ุฐู†ูˆุจ ุญุชู‰ ูŠุฃู„ู ุงู„ุนุจุฏ ุงู„ุฐู†ุจ .ู‚ุงู„ ุจู† ุนุจุงุณ (ู„ุงูƒุจูŠุฑุฉ ู…ุน ุงู„ุงุณุชุบูุงุฑ ูˆู„ุงุตุบูŠุฑุฉ ู…ุน ุงู„ุงุตุฑุงุฑ)
ุฃุนุงุฐู†ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุฅูŠุงูƒู… ู…ู† ุงู„ุฐู†ูˆุจ ุตุบูŠุฑู‡ุง ูˆูƒุจูŠุฑู‡ุง .ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…

BANYAK BUKAN MENJADI TOLAK UKUR KEBENARAN
๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Dalam agama islam, ilmu itu sangat dibutuhkan dan bukan hanya sekedar ikut-ikutan. Karena ikut-ikutan bisa menjerumuskan engkau ke dalam kesesatan. Maka ketahuilah, sesungguhnya kebenaran itu tidak diukur dengan banyak atau tidaknya orang yang menjalaninya.

Lihatlah Nabi Nuh ‘alaihissalam yang berdakwah ratusan tahun, namun tidak ada yang mau menerima dakwahnya kecuali hanya sedikit saja.

Oleh karenanya Alloh ta’ala berfirman :

ูˆَุฅِู†ْ ุชُุทِุนْ ุฃَูƒْุซَุฑَ ู…َู†ْ ูِูŠ ุงู„ุฃุฑْุถِ ูŠُุถِู„ُّูˆูƒَ ุนَู†ْ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†ْ ูŠَุชَّุจِุนُูˆู†َ ุฅِู„ุง ุงู„ุธَّู†َّ ูˆَุฅِู†ْ ู‡ُู…ْ ุฅِู„ุง ูŠَุฎْุฑُุตُูˆู†َ

“Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Qs.Al-An’Am : 116)

Namun yang menjadi tolak ukur kebenaran itu adalah al-quran dan as-sunnah.

Semoga bermanfaat, wallohu a’lam……..

Kamis, 05 November 2015

ู…ู† ุฃู‚ูˆุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ .....



ู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ ููŠ ุงู„ู‚ู†ุงุนุฉ :

ุชุนู…ุฏู†ูŠ ุจู†ุตุญูƒ ููŠ ุงู†ูุฑุงุฏูŠ ..... ูˆุฌู†ุจู†ูŠ ุงู„ู†ุตูŠุญุฉ ููŠ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ
ูุฅู† ุงู„ู†ุตุญ ุจูŠู† ุงู„ู†ุงุณ ู†ูˆุน ..... ู…ู† ุงู„ุชูˆุจูŠุฎ ู„ุง ุฃุฑุถู‰ ุงุณุชู…ุงุนู‡
ูˆุฅู† ุฎุงู„ูุชู†ูŠ ูˆุนุตูŠุช ู‚ูˆู„ูŠ ..... ูู„ุง ุชุฌุฒุน ุฅุฐุง ู„ู… ุชุนุท ุทุงุนู‡

ู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ ููŠ ุญูุธ ุงู„ู„ุณุงู† :

ุงุญูุธ ู„ุณุงู†ู€ู€ู€ูƒ ุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฅู†ุณุงู† ..... ู„ุง ูŠู„ุฏุบู†ูƒ .. ุฅู†ู‡ ุซุนุจุงู†
ูƒู… ููŠ ุงู„ู…ู‚ุงุจุฑ ู…ู† ู‚ุชูŠู„ ู„ุณุงู†ู‡ ..... ูƒุงู†ุช ุชู‡ุงุจ ู„ู‚ุงุกู‡ ุงู„ุฃู‚ุฑุงู†

ุณุชุฉ ูŠู†ุงู„ ุจู‡ุง ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุงู„ุนู„ู… :

ุฃุฎูŠ ู„ู† ุชู†ุงู„ ุงู„ุนู„ู… ุฅู„ุง ุจุณุชุฉ ..... ุณุฃู†ุจูŠูƒ ุนู† ุชูุตูŠู„ู‡ุง ุจุจูŠุงู†
ุฐูƒุงุก ูˆุญุฑุต ูˆุงุฌุชู‡ุงุฏ ูˆุจู„ุบุฉ ..... ูˆุตุญุจุฉ ุฃุณุชุงุฐ ูˆุทูˆู„ ุฒู…ุงู†

ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ ููŠ ูุถู„ ุงู„ุณูƒู€ู€ูˆุช :

ูˆุฌุฏุช ุณูƒูˆุชูŠ ู…ุชุฌุฑุง ูู„ุฒู…ุชู‡ ..... ุฅุฐุง ู„ู… ุฃุฌุฏ ุฑุจุญุง ูู„ุณุช ุจุฎุงุณุฑ
ูˆู…ุง ุงู„ุตู…ุช ุฅู„ุง ููŠ ุงู„ุฑุฌุงู„ ู…ุชุงุฌุฑ ..... ูˆุชุงุฌุฑู‡ ูŠุนู„ูˆ ุนู„ู‰ ูƒู„ ุชุงุฌุฑ

ุงู„ู‚ู†ุงุนู€ู€ุฉ .. ุฑุงุณ ุงู„ุบู†ู‰ :

ุฑุฃูŠุช ุงู„ู‚ู†ุงุนุฉ ุฑุฃุณ ุงู„ุบู†ู‰ ..... ูุตุฑุช ุจุฃุฐูŠุงู„ู‡ุง ู…ุชู…ุณูƒ
ูู„ุง ุฐุง ูŠุฑุงู†ูŠ ุนู„ู‰ ุจุงุจู‡ ..... ูˆู„ุง ุฐุง ูŠุฑุงู†ูŠ ุจู‡ ู…ู†ู‡ู…ูƒ
ูุตุฑุช ุบู†ูŠุง ุจู„ุง ุฏุฑู‡ู… ..... ุฃู…ุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุงุณ ุดุจู‡ ุงู„ู…ู„ูƒ

ู„ุง ุดูŠุก ูŠุนู„ูˆ ุนู„ู‰ ู…ุดูŠุฆุฉ ุงู„ู„ู‡ .. ู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ :

ูŠุฑูŠุฏ ุงู„ู…ุฑุก ุฃู† ูŠุนุทู‰ ู…ู†ุงู‡ ..... ูˆูŠุฃุจู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ู…ุง ุฃุฑุงุฏ
ูŠู‚ูˆู„ ุงู„ู…ุฑุก ูุงุฆุฏุชูŠ ูˆู…ุงู„ูŠ ..... ูˆุชู‚ูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ ุฃูุถู„ ู…ุง ุงุณุชูุงุฏ

ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ ู…ุชูุงุฎุฑุงً :

ูˆู„ูˆู„ุง ุงู„ุดุนุฑ ุจุงู„ุนู„ู…ุงุก ูŠุฒุฑูŠ ..... ู„ูƒู†ุช ุงู„ูŠูˆู… ุฃุดุนุฑ ู…ู† ู„ุจูŠุฏ
ูˆุฃุดุฌุน ููŠ ุงู„ูˆุบู‰ ู…ู† ูƒู„ ู„ูŠุซ ..... ูˆุขู„ ู…ู‡ู„ุจ ูˆุจู†ูŠ ูŠุฒูŠุฏ
ูˆู„ูˆู„ุง ุฎุดูŠุฉ ุงู„ุฑุญู…ู† ุฑุจูŠ ..... ุญุณุจุช ุงู„ู†ุงุณ ูƒู„ู‡ู… ุนุจูŠุฏูŠ

ูƒู… ู‡ูŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุฑุฎูŠุตู€ู€ุฉ .. ู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุดุงูุนูŠ :

ูŠุง ู…ู† ูŠุนุงู†ู‚ ุฏู†ูŠุง ู„ุง ุจู‚ุงุก ู„ู‡ุง ..... ูŠู…ุณูŠ ูˆูŠุตุจุญ ููŠ ุฏู†ูŠุงู‡ ุณุงูุฑุง
ู‡ู„ุง ุชุฑูƒุช ู„ุฐูŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ู…ุนุงู†ู‚ุฉ ..... ุญุชู‰ ุชุนุงู†ู‚ ููŠ ุงู„ูุฑุฏูˆุณ ุฃุจูƒุงุฑุง
ุฅู† ูƒู†ุช ุชุจุบูŠ ุฌู†ุงู† ุงู„ุฎู„ุฏ ุชุณูƒู†ู‡ุง ..... ููŠู†ุจุบูŠ ู„ูƒ ุฃู† ู„ุง ุชุฃู…ู† ุงู„ู†ุงุฑุง

ูˆููŠ ู…ุฎุงุทุจู€ู€ุฉ ุงู„ุณููŠู€ู€ู‡ ู‚ุงู„ :

ูŠุฎุงุทุจู†ูŠ ุงู„ุณููŠู‡ ุจูƒู„ ู‚ุจุญ ..... ูุฃูƒุฑู‡ ุฃู† ุฃูƒูˆู† ู„ู‡ ู…ุฌูŠุจุง
ูŠุฒูŠุฏ ุณูุงู‡ุฉ ูุฃุฒูŠุฏ ุญู„ู…ุง ..... ูƒุนูˆุฏ ุฒุงุฏู‡ ุงู„ุฅุญุฑุงู‚ ุทูŠุจุง

ุงู†ุธุฑูˆุง ู…ุงุฐุง ูŠูุนู„ ุงู„ุฏุฑู‡ู… ... ุตุฏู‚ ุงู„ุดุงูุนูŠ ุญูŠู† ู‚ุงู„ :

ูˆุฃู†ุทู‚ุช ุงู„ุฏุฑุงู‡ู… ุจุนุฏ ุตู…ุช ..... ุฃู†ุงุณุง ุจุนุฏู…ุง ูƒุงู†ูˆุง ุณูƒูˆุชุง
ูู…ุง ุนุทููˆุง ุนู„ู‰ ุฃุญุฏ ุจูุถู„ ..... ูˆู„ุง ุนุฑููˆุง ู„ู…ูƒุฑู…ุฉ ุซุจูˆุชุง

ู…ู† ุฃุฌู…ู„ ู…ุง ูƒุชุจ ุงู„ุดุงูุนูŠ ููŠ ุงู„ุญูƒู…ุฉ :

ุฏุน ุงู„ุฃูŠุงู… ุชูุนู„ ู…ุง ุชุดุงุก ..... ูˆุทุจ ู†ูุณุง ุฅุฐุง ุญูƒู… ุงู„ู‚ุถุงุก
ูˆู„ุง ุชุฌุฒุน ู„ุญุงุฏุซุฉ ุงู„ู„ูŠุงู„ูŠ ..... ูู…ุง ู„ุญูˆุงุฏุซ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุจู‚ุงุก
ูˆูƒู† ุฑุฌู„ุง ุนู„ู‰ ุงู„ุฃู‡ูˆุงู„ ุฌู„ุฏุง ..... ูˆุดูŠู…ุชูƒ ุงู„ุณู…ุงุญุฉ ูˆุงู„ูˆูุงุก
ูˆุฅู† ูƒุซุฑุช ุนูŠูˆุจูƒ ููŠ ุงู„ุจุฑุงูŠุง ..... ูˆุณุฑูƒ ุฃู† ูŠูƒูˆู† ู„ู‡ุง ุบุทุงุก
ุชุณุชุฑ ุจุงู„ุณุฎุงุก ููƒู„ ุนูŠุจ ..... ูŠุบุทูŠู‡ ูƒู…ุง ู‚ูŠู„ ุงู„ุณุฎุงุก
ูˆู„ุง ุชุฑ ู„ู„ุฃุนุงุฏูŠ ู‚ุท ุฐู„ุง ..... ูุฅู† ุดู…ุงุชุฉ ุงู„ุฃุนุฏุง ุจู„ุงุก
ูˆู„ุง ุชุฑุฌ ุงู„ุณู…ุงุญุฉ ู…ู† ุจุฎูŠู„ ..... ูู…ุง ููŠ ุงู„ู†ุงุฑ ู„ู„ุธู…ุขู† ู…ุงุก
ูˆุฑุฒู‚ูƒ ู„ูŠุณ ูŠู†ู‚ุตู‡ ุงู„ุชุฃู†ูŠ ..... ูˆู„ูŠุณ ูŠุฒูŠุฏ ููŠ ุงู„ุฑุฒู‚ ุงู„ุนู†ุงุก
ูˆู„ุง ุญุฒู† ูŠุฏูˆู… ูˆู„ุง ุณุฑูˆุฑ ..... ูˆู„ุง ุจุคุณ ุนู„ูŠูƒ ูˆู„ุง ุฑุฎุงุก
ุฅุฐุง ู…ุง ูƒู†ุช ุฐุง ู‚ู„ุจ ู‚ู†ูˆุน ..... ูุฃู†ุช ูˆู…ุงู„ูƒ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุณูˆุงุก
ูˆู…ู† ู†ุฒู„ุช ุจุณุงุญุชู‡ ุงู„ู…ู†ุงูŠุง ..... ูู„ุง ุฃุฑุถ ุชู‚ูŠู‡ ูˆู„ุง ุณู…ุงุก
ูˆุฃุฑุถ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงุณุนุฉ ูˆู„ูƒู† ..... ุฅุฐุง ู†ุฒู„ ุงู„ู‚ุถุง ุถุงู‚ ุงู„ูุถุงุก
ุฏุน ุงู„ุฃูŠุงู… ุชุบุฏุฑ ูƒู„ ุญูŠู† ..... ูู…ุง ูŠุบู†ูŠ ุนู† ุงู„ู…ูˆุช ุงู„ุฏูˆุงุก

ูู€ู€ุฑุฌู€ู€ู€ุช ... ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ู„ุทูŠู ุจุนุจู€ู€ุงุฏู‡ .. ูˆู‚ุงู„ :

ูˆู„ุฑุจ ู†ุงุฒู„ุฉ ูŠุถูŠู‚ ู„ู‡ุง ุงู„ูุชู‰ ..... ุฐุฑุนุง ูˆุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ู‡ุง ุงู„ู…ุฎุฑุฌ
ุถุงู‚ุช ูู„ู…ุง ุงุณุชุญูƒู…ุช ุญู„ู‚ุงุชู‡ุง ..... ูุฑุฌุช ูˆูƒู†ุช ุฃุธู†ู‡ุง ู„ุง ุชูุฑุฌ

ู…ู† ู…ูƒุงุฑู… ุงู„ุฃุฎู„ุงู‚ .... ู‚ุงู„ :

ู„ู…ุง ุนููˆุช ูˆู„ู… ุฃุญู‚ุฏ ุนู„ู‰ ุฃุญุฏ ..... ุฃุฑุญุช ู†ูุณูŠ ู…ู† ู‡ู… ุงู„ุนุฏุงูˆุงุช
ุฅู†ูŠ ุฃุญูŠูŠ ุนุฏูˆูŠ ุนู†ุฏ ุฑุคูŠุชู‡ ..... ู„ุฃุฏูุน ุงู„ุดุฑ ุนู†ูŠ ุจุงู„ุชุญูŠุงุช
ูˆุฃุธู‡ุฑ ุงู„ุจุดุฑ ู„ู„ุฅู†ุณุงู† ุฃุจุบุถู‡ ..... ูƒู…ุง ุฅู† ู‚ุฏ ุญุดู‰ ู‚ู„ุจูŠ ู…ูˆุฏุงุช

ูุถู„ ุงู„ุชูˆูƒู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ :

ุณู‡ุฑุช ุฃุนูŠู† ูˆู†ุงู…ุช ุนูŠูˆู† ..... ููŠ ุฃู…ูˆุฑ ุชูƒูˆู† ุฃูˆ ู„ุง ุชูƒูˆู†
ูุงุฏุฑุฃ ุงู„ู‡ู… ู…ุง ุงุณุชุทุนุช ุนู† ุงู„ู†ูุณ ..... ูุญู…ู„ุงู†ูƒ ุงู„ู‡ู…ูˆู… ุฌู†ูˆู†
ุฅู† ุฑุจุง ูƒูุงูƒ ุจุงู„ุฃู…ุณ ู…ุง ูƒุงู† ..... ุณูŠูƒููŠูƒ ููŠ ุบุฏ ู…ุง ูŠูƒูˆู†

ุงู„ุนู„ูˆู… ุงู„ุฏูŠู†ูŠุฉ ูˆุนู„ูˆู… ุงู„ู‚ุฑุขู† :

ูƒู„ ุงู„ุนู„ูˆู… ุณูˆู‰ ุงู„ู‚ุฑุขู† ู…ุดุบู„ุฉ ..... ุฅู„ุง ุงู„ุญุฏูŠุซ ูˆุนู„ู… ุงู„ูู‚ู‡ ููŠ ุงู„ุฏูŠู†
ุงู„ุนู„ู… ู…ุง ูƒุงู† ููŠู‡ ู‚ุงู„ ุญุฏุซู†ุง ..... ูˆู…ุง ุณูˆู‰ ุฐุงูƒ ูˆุณูˆุงุณ ุงู„ุดูŠุงุทูŠู†

ูˆู‚ุงู„ ู…ู†ุงุฌูŠุงً ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃุจูŠุงุช ุงู„ุฌู…ูŠู„ุฉ :

ู‚ู„ุจูŠ ุจุฑุญู…ุชูƒ ุงู„ู„ู‡ู… ุฐูˆ ุฃู†ุณ ..... ููŠ ุงู„ุณุฑ ูˆุงู„ุฌู‡ุฑ ูˆุงู„ุฅุตุจุงุญ ูˆุงู„ุบู„ุณ
ู…ุง ุชู‚ู„ุจุช ู…ู† ู†ูˆู…ูŠ ูˆููŠ ุณู†ุชูŠ ..... ุฅู„ุง ูˆุฐูƒุฑูƒ ุจูŠู† ุงู„ู†ูุณ ูˆุงู„ู†ูุณ
ู„ู‚ุฏ ู…ู†ู†ุช ุนู„ู‰ ู‚ู„ุจูŠ ุจู…ุนุฑูุฉ ..... ุจุฃู†ูƒ ุงู„ู„ู‡ ุฐูˆ ุงู„ุขู„ุงุก ูˆุงู„ู‚ุฏุณ
ูˆู‚ุฏ ุฃุชูŠุช ุฐู†ูˆุจุง ุฃู†ุช ุชุนู„ู…ู‡ุง ..... ูˆู„ู… ุชูƒู† ูุงุถุญูŠ ููŠู‡ุง ุจูุนู„ ู…ุณูŠ
ูุงู…ู†ู† ุนู„ูŠ ุจุฐูƒุฑ ุงู„ุตุงู„ุญูŠู† ูˆู„ุง ..... ุชุฌุนู„ ุนู„ูŠ ุฅุฐุง ููŠ ุงู„ุฏูŠู† ู…ู† ู„ุจุณ
ูˆูƒู† ู…ุนูŠ ุทูˆู„ ุฏู†ูŠุงูŠ ูˆุขุฎุฑุชูŠ ..... ูˆูŠูˆู… ุญุดุฑูŠ ุจู…ุง ุฃู†ุฒู„ุช ููŠ ุนุจุณ

ุฅู†ู‡ู… ุนุจู€ู€ู€ุงุฏ ุงู„ู„ู‡ .. ู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ ููŠู‡ู… :

ุฅู† ู„ู„ู‡ ุนุจุงุฏุง ูุทู†ุง ..... ุชุฑูƒูˆุง ุงู„ุฏู†ูŠุง ูˆุฎุงููˆุง ุงู„ูุชู†ุง
ู†ุธุฑูˆุง ููŠู‡ุง ูู„ู…ุง ุนู„ู…ูˆุง ..... ุฃู†ู‡ุง ู„ูŠุณุช ู„ุญูŠ ูˆุทู†ุง
ุฌุนู„ูˆู‡ุง ู„ุฌุฉ ูˆุงุชุฎุฐูˆุง ..... ุตุงู„ุญ ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ููŠู‡ุง ุณูู†ุง

ุงู„ู‚ู†ู€ู€ู€ุงุนุฉ ูˆุงู„ุชูˆูƒู„ ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุทู„ุจ ุงู„ุฑุฒู‚ :

ุฅุฐุง ุฃุตุจุญุช ุนู†ุฏูŠ ู‚ูˆุช ูŠูˆู…ูŠ ..... ูุฎู„ ุงู„ู‡ู… ุนู†ูŠ ูŠุง ุณุนูŠุฏ
ูˆู„ุง ุชุฎุทุฑ ู‡ู…ูˆู… ุบุฏ ุจุจุงู„ูŠ ..... ูุฅู† ุบุฏุง ู„ู‡ ุฑุฒู‚ ุฌุฏูŠุฏ
ุฃุณู„ู… ุฅู† ุฃุฑุงุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฃู…ุฑุง ..... ูุฃุชุฑูƒ ู…ุง ุฃุฑูŠุฏ ู„ู…ุง ูŠุฑูŠุฏ

Senin, 02 November 2015


LARANGAN SEPUTAR ISBAL

Bismillah,,,

Saudara pembaca yang dirahmati Allah,,,,,,,,,,

Yang dimaksud dengan ISBAL ialah memanjangkan pakaian dibawah mata kaki, sebagaimana yang telah diriwayatkan dari banyak hadits.

Naaah,, bagaimanakah hukum perbuatan tersebut???

Disini, para ulama sepakat akan haramnya memanjangkan pakaiannya sampai melebihi mata kaki atau isbal karena sombong.  Namun mereka berbeda pendapat jika isbal dilakukan bukan karena sombong menjadi 2 pendapat:

Pertama: hukumnya adalah larangan makruh, dan ini adalah pendapat kebanyakan ulama pengikut madzhab yang empat.

Kedua : hukumnya haram secara mutlak, dan ini adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal, begitu juga sebagian dari pengikut Imam Malik, serta mazhab Zhohiriyah.

Kemudian sebagian para ulama’ seperti Ibnu Hajar, Adz Dzahabi, syeikh Bin Baaz, syeikh Utsaimin mengatakan bahwasanya pendapat yang mengharamkan lebih kuat dari yang memakruhkan.

Itu karena hadit-hadits yang mengharamkan isbal dating secara mutlak.

Ibnu Hajar mengatakan: “isbal termasuk dari kesombongan, itu karena isbal adalah memanjangkan pakaian di  bawah mata kaki, dan setiap pakaian yang berada di bawah mata kaki merupakan kesombongan walaupun ia tidak bermaksud sombong”. (fathul bari)

Maka disinilah kita diminta untuk bersikap bijak, yaitu dengan merujuk ke al-quran dan as sunnah, al-quran memerintahkan kita untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan, maka kita lihat, apakah Rasulullah -shallallohu ‘alaihi wasallam- isbal atau tidak?

Telah diriwayatkan bahwasanya pernah suatu ketika Abdulloh bin Umar lewat di hadapan Rasulullah sedangkan sarungnya menutup mata kaki sampai menyentuh tanah, lantas Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam memerintahkannya untuk mengangkat sarungnya dan Abdullah pun mengangkatnya… (HR. Muslim)

Di sini dapat kita simpulkan bahwasanya beliau shallallohu ‘alaihi wasallam tidak isbal dan juga melarang isbal.

Jadi,,, alangkah baiknya jika kita menjauhi perbuatan isbal, sebagai kehati-hatian dan juga bisa mengeluarkan kita dari masalah yang diperselisihkan.

Wallohu a’lam……………..

Sabtu, 31 Oktober 2015

Dzunub Khalwat
______________________________

Saudaraku seislam & seiman,,,
Berhati-hatilah kita dari dzunub khalwat, yaitu dosa yang dilakukan di saat sendirian ketika tidak ada yang melihat kita selain Alloh subhanahu wata’ala.
Mungkin kita semua bisa untuk beribadah atau tidak melakukan dosa di hadapan orang, namun apakah kita bisa menjaga diri kita dari dosa tatkala kita sedang sendirian???

Dosa yang kita  lakukan di saat sendiri telah mematikan nurani dan tak sadar telah menyuburkan nestapa. Maka malulah kita kepada Alloh ta’ala, karena Ia Maha Melihat & Maha Mengetahui yang nampak dan tersembuyi.

Perhatikanlah untaian kata dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berikut:

ุฅِุฐุง ุญุณّู†ْุชَ ุงู„ุณَّุฑุงุฆِุฑ, ุฃุตู„ุญ ุงู„ู„ู‡ُ ุงู„ุธَّูˆุงู‡ุฑ

”ketika engkau memperbaiki amalan-amalan sirr mu (tersembunyi), maka disaat itulah Alloh akan memperbaiki amalan-amalan dzohirmu”.

Oleh karena itu, marilah semua introspeksi diri masing-masing dan jangan sampai dzunub khalwat ini mencampakkan kita ke dalam api neraka, wal ‘iyadzu billah……..
Semoga bermanfaat, wallohu a’lam………

Jumat, 30 Oktober 2015

JANGAN PERNAH PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH...!!!

 Betapa banyak orang yang berdosa bukan malah bertaubat, namun semakin asyik dalam menikmati kemaksiatannya tersebut. Sebenarnya mereka ingin bertaubat, namun mereka bilang ‘dosaku sudah terlalu banyak, mana mungkin Allah mau menerima taubatku’.
Ketahuilah saudaraku, kasih sayang Alloh itu jauh lebih besar ketimbang kemurkaan-Nya, sebagaimana disebutkan sebuah hadits :

ุฅู† ุฑุญู…ุชูŠ ุบู„ุจุช ุนู„ู‰ ุบุถุจูŠ

“Alloh berkata: ((sesungguhnya kasih sayang-Ku telah mengalahkan kemurkaan-Ku))”. (HR. Bukhari)
Dan bagaimanapun besar dosamu, selama engkau bertekad untuk taubat dan jujur dalam taubatmu, niscaya Alloh akan menerima taubatmu, karena Allah Maha Pengampun segala dosa.
Ingatlah ayat berikut;

ู‚ُู„ْ ูŠَุง ุนِุจَุงุฏِูŠَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุฃَุณْุฑَูُูˆุง ุนَู„َู‰ ุฃَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ู„َุง ุชَู‚ْู†َุทُูˆุง ู…ِู†ْ ุฑَุญْู…َุฉِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุบْูِุฑُ ุงู„ุฐُّู†ُูˆุจَ ุฌَู…ِูŠุนًุง ุฅِู†َّู‡ُ ู‡ُูˆَ ุงู„ْุบَูُูˆุฑُ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ُ (53) ูˆَุฃَู†ِูŠุจُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุฑَุจِّูƒُู…ْ ูˆَุฃَุณْู„ِู…ُูˆุง ู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ِ ุฃَู†ْ ูŠَุฃْุชِูŠَูƒُู…ُ ุงู„ْุนَุฐَุงุจُ ุซُู…َّ ู„َุง ุชُู†ْุตَุฑُูˆู†َ (54)

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Wallohu a’lam…
------------------------------

KENAPA DENGAN MEMAKAI SANDAL SEBELAH???????


Mungkin kita semua pernah mengenakan sandal hanya sebelah saja dikarenakan yang sebelahnya lagi putus atau mungkin hilang. Akan tetapi ketahuilah wahai saudaraku yang beriman, ternyata hal tersebut telah dilarang oleh Rasululloh  shallallohu ‘alaihi wasallam dalam banyak haditsnya, di antaranya ialah:

Dalam riwayat Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

ู„َุง ูŠَู…ْุดِ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ูِูŠ ู†َุนْู„ٍ ูˆَุงุญِุฏَุฉٍ, ู„ِูŠُู†ْุนِู„ْู‡ُู…َุง ุฌَู…ِูŠุนًุง ุฃَูˆْ ู„ِูŠَุฎْู„َุนْู‡ُู…َุง ุฌَู…ِูŠุนًุง

“Janganlah salah seorang di antara kalian berjalan dengan hanya memakai satu sandal. Pakailah keduanya (sepasang) atau jangan dipakai sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 5408 dan Muslim no. 2097)

Jadi solusi ketika sandal kita hilang ataupun putus sebelah, ialah tidak menggunakannya kecuali setelah diperbaiki yang putus atau menemukan pasangannya yang hilang.

Semoga bermanfaat wallohu a’lam……………..

Kamis, 29 Oktober 2015

TIDAK MEMINTA-MINTA
==========================
Kaum muslimin yang dirahmati Alloh,,,,,

๐Ÿ‘‰ Lihatlah jaminan Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bagi orang yang menjaga dirinya dari meminta-minta. Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

ุนَู†ْ ุซَูˆْุจَุงู†َ ู‚َุงู„َ ูˆَูƒَุงู†َ ุซَูˆْุจَุงู†ُ ู…َูˆْู„َู‰ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„ู‡ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ู‚َุงู„َ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„ู‡ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- « ู…َู†ْ ุชَูƒَูَّู„َ ู„ِู‰ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ูŠَุณْุฃَู„َ ุงู„ู†َّุงุณَ ุดَูŠْุฆًุง ูˆَุฃَุชَูƒَูَّู„َ ู„َู‡ُ ุจِุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ». ูَู‚َุงู„َ ุซَูˆْุจَุงู†ُ ุฃَู†َุง. ูَูƒَุงู†َ ู„ุงَ ูŠَุณْุฃَู„ُ ุฃَุญَุฏًุง ุดَูŠْุฆًุง

“Dari Tsauban –dan beliau adalah maula dari Rosululloh -shalallohu ‘alaihi wa sallam—yang berkata: Rosululloh -shalallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Siapakah menjamin kepadaku untuk tidak meminta pada manusia sedikitpun, dan aku menjamin untuknya dengan Jannah?” Maka Tsauban berkata,”Saya”. Dan Tsauban tak pernah meminta kepada seorangpun sesuatu apapun.” (HSR Abu Dawud/5/hal. 195 dan dishohihkan oleh Imam Al Wadi’y -rahimahulloh-).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rohimahulloh- berkata: “Hadits-hadits telah mutawatir bahwasanya Nabi –shollallohu ‘alaihi wasallam- mengharomkan minta-minta pada manusia kecuali di saat darurat.” (“Majmu’ul Fatawa”/8/hal. 316).

Semoga bermanfaat, wallohu a’lam………


Belajar khot .....

Tips Menjadi Hamba Yang Bersyukur

Wahai saudara pembaca yang berbahagia…..

Jika menurutmu, engkau memiliki banyak kekurangan, baik itu dari segi fisik, ekonomi, daya pikir dan lain sebagainya, maka jangan pernah sesali hal tersebut. Justru kamu harus tetap bersyukur kepada Dzat yang telah menciptakanmu yaitu Alloh. Mengapa?? Karena masih banyak orang yang lebih buruk keadannya darimu.

· Perhatikanlah sabda Rasululloh shallohu alaihi wasallam berikut yang mengajarkan kita tips untuk menjadi hamba yang bersyukur :

ุงُู†ْุธُุฑُูˆْุง ุฅِู„َู‰ ู…َู†ْ ุฃَุณْูَู„َ ู…ِู†ْูƒُู…ْ، ูˆَู„ุงَ ุชَู†ْุธُุฑُูˆْุง ุฅِู„َู‰ ู…َู†ْ ูَูˆْู‚َูƒُู…ْ، ูَู‡ُูˆَ ุฃَุฌْุฏَุฑُ ุฃَู†ْ ู„ุงَ ุชَุฒْุฏَุฑُูˆْุง ู†ِุนْู…َุฉَ ุงู„ู„ู‡ِ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ

“Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allรขh yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga bermanfaat, wallohu a’lam…………….

HIKMAH DI BALIK PENYAKIT



Anda lagi sakit? Semoga sakit anda menghapus dosa-dosa anda baik yang anda sadari maupun tidak.
Dalam hadits :
ู„ุงَ ุชَุณُุจِّูŠ ุงู„ْุญُู…َّู‰ ูَุฅِู†َّู‡َุง ุชُุฐْู‡ِุจُ ุฎَุทَุงูŠَุง ุจَู†ِูŠ ุขุฏَู… ูƒَู…َุง ูŠُุฐْู‡ِุจُ ุงู„ْูƒِูŠْุฑُ ุฎَุจَุซَ ุงู„ْุญَุฏِูŠْุฏِ
"Janganlah engkau mencaci demam, karena demam bisa menghilangkan dosa-dosa bani Adam sebagaimana alat pandai besi menghilangkan kotoran besi" (HR Muslim no 2575)
Faedah :

1) Demam tdk hanya menghilangkan satu dosa, tapi dosa-dosa,
2) jika demam -yang merupakan penyakit sepele- menghilangkan dosa-dosa, maka bagaimana lagi yg lebih dari itu?
3) Kita tdk berharap sakit, akan tetapi jika Allah mentaqdirkan sakit maka hendaknya kita bersabar dan rido dengan keputusan Rob kita yang memberikan terbaik bagi kita,
4) dosa ibarat kotoran, semakin banyak kita maksiat maka semakin kotor jiwa kita,
5) ada kotoran yang kita sadari dan yang tidak kita sadari serta dosa yang telah kita lupakan,
6) terkadang kotoran tersebut langsung hilang dgn istighfar, terkadang harus dgn penyakit dan musibah, mungkin istighfar kita kurang bermutu, atau untuk menghilangkan kotoran yg tdk kita sadari atau kita lupakan,
7) Penyakit yang mendatangkan pahala adlh jika si sakit bersabar menghadapinya,
8) ingatlah masih banyak orang yang sakitnya lebih parah dari sakit anda.

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.