Arti Fitnah Yang Sebenarnya Dalam Surat Al Baqarah Ayat 191
Tafsir Surat Al-Baqarah ayat 191
:
وَالْفِتْنَةُ
أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ
Tak jarang kita mengartikan dan
memahami ayat tersebut dgn "Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan"
yang berkonotasi pada "Fitnah" yg berarti sebagai perkataan tanpa
dasar yg dilancarkan untuk menjatuhkan atau merendahkan martabat seseorang.
Padahal makna "FITNAH"
yg dimaksud dlm ayat itu adalah "KUFUR/SYIRIK", sebagaimana yang
dijelaskan oleh para mufassirin, . Berikut Tafsirnya:
TAFSIR AR-RAZI:
(عَن ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ
الْمُرَادَ مِنَ الْفِتْنَةِ (الْكُفْرُ بِاللهِ تَعَالَى) وَإِنَّـمَا سُـمِّيَ الْكُفْرَ
بِالْفِتْنَةِ لِأَنَّهُ فَسَادٌ فِي الْأَرْضِ يُؤَدِّيْ إِلَى الظُّلْمِ وَالْـهَرْجِ
وَفِيْهِ الْفِتْنَةُ وِإِنَّـمَا جُعِلَ الْكُفْرَ أَعْظَمٌ مِنَ الْقَتْلِ لِأَنَّ
الْكُفْرَ ذَنْبٌ يُسْتَحِقُّ صَاحِبُهُ بِهِ الْعِقَابَ الدَّائِمَ، وَالْقَتْلُ لَيْسَ
كَذَلِكَ، وَالْكُفْرُ يُـخْرِجُ بِهِ صَاحِبَهُ عَنِ الْأَئِمَّةِ، وَالْفِتْنَةُ
لَيْسَ كَذَلِكَ، فَكَانَ الْكُفْرَ أَعْظَمٌ مِنَ الْقَتْلِ)).
Artinya : (Diriwayatkan dari
Ibnu`Abbas bahwasanya maksud dari kata FITNAH ini adalah KUFUR KEPADA ALLAH
TA'ALA. Dan sesungguhnya KUFUR itu disebut Fitnah karena merupakan satu
kerusakan dibumi ini yang membawa kepada kedzaliman dan kekacauan. Dan didalam kekufuran
itu terdapat fitnah. Dan sungguh kekufuran itu lebih besar (dosanya) daripada
pembunuhan karena kekufuran itu adalah dosa yang pelakunya berhak disiksa
selamanya, sedangkan pembunuhan tidak seperti itu. Maka Kufur Kepada Allah
adalah lebih besar dosanya daripada dosa membunuh. (Tafsir ar-Razi (hlm 141,
jilid 5).
Dan masih banyak lagi ulama-ulama
di bidang tafsir seperti Al baghowi,
Ibnu Jarir At Thobari, Al-Qurthuby, Asy
Syaukani, Ibnu Katsir dan yang lainnya. Mereka semua menafsirkan arti fitnah di dalam ayat
tersebut ialah kesyirikan.
Jadi, mungkin hanya orang-orang Indonesia
saja yang memahami arti fitnah dalam ayat tersebut dengan fitnah, dan ini merupakan pemahaman yang
keliru yang perlu untuk dibenahi, supaya jangan sampai kita berdalil dengan
ayat Allah bukan pada tempatnya.
Semoga bermanfaat,
wallahu a’lam….




0 komentar:
Posting Komentar