Marah merupakan tabiat manusia.
Disebutkan dalam sebuah hadits:
عن أبي هريرة قال : قال رسول الله : ( ( لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ ) ) متفق عليه
Dari sahabat Abu Huroiroh -rodhiallohu 'anhu- beliau berkata: Telah bersabda rosululloh shollollohu 'alaihi wa sallam: "Bukanlah orang yang kuat yaitu yang pandai gulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan nafsu/emosinya ketika marah." (Muttafaq 'alaih)
Adapun di antara cara untuk menahan amarah adalah sebagaimana yang ada dalam hadits berikut: Nabi shollollohu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا غَضَبْتَ فَاْسكُتْ ، وَإِذَا غَضَبْتَ فَاْسكُتْ ، وَإِذَا غَضَبْتَ فَاْسكُتْ . رواه أحمد
"Apabila kamu marah maka diamlah, dan apabila kamu marah maka diamlah, dan apabila kamu marah maka diamlah." (HR. Ahmad dan dishohihkan oleh syaikh al-Albani di dalam "as-Shohihah" 3/363 dan 449 no hadits: 1375)
Dan juga berlindung dari syetan dengan mengucapkan ; أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Dan merubah posisi dari posisi di kala ia marah, jika dalam keadaan berdiri, maka duduklah, dan jika ia marah dalam keadaan duduk, maka hendaknya ia terlentang dab begitu seterusnya.
Sekian, semoga bermanfaat, wallohu a’lam………..
Rabu, 25 November 2015
Menahan Amarah
Diberdayakan oleh Blogger.



0 komentar:
Posting Komentar